Minggu, 17 Agustus 2014


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi mahasiswa yang tertua di Indonesia. Kelahiran HMI ini dua tahun setelah Indonesia merdeka. Tepatnya pada tanggal 5 Febuari 1947 kelahiran HMI tidak terlepas dari perjuangan Bangsa. Salah satu tujuan utamanya adalah mengimplementasikan nilai-nilai Ke-Islaman dan segala aspek Ke-Indonesian. Maka sudah menjadi suatu keniscayaan ketika HMI menjadi Islam sebagai azas (Landasan Teologis), artinya setiap langkah yang dilakukan oleh kader HMI harus sejalan dengan apa yang diharapkan Al-Quran dan As-Sunnah.
Pada realitanya sekarang banyak kader-kader HMI yang telah mengalami pengikisan Ideologi dan jati diri. Hal ini disebabkan Nialai-nilai Ke-Islaman tidak lagi me ngkristal didalam jiwa kader-kader HMI serta ketidak mampuannya menterjermahkan nilai-nilai ke-Islaman itu sendiri. Dan ini merupakan indikasi bahwa semakin jauh kader-kader HMI dari Nilai-nilai keislaman. Hal, ini menjadi tanggung jawab dan PR kita bersama selaku kader HMI dan sebagai Khalifah di atas permukaan bumi ini. Oleh karena itu, HMI harus mereformasikan agar HMI betul-betul berazaskan Islam[1] dan dapat diimplementasikan nilai-nilai Ke-Islaman itu di dalam tubuh dan jiwa kader-kader HMI dimasa sekarang dan akan datang.
Antara Islam dan HMI merupakan satu integral yang tidak dapat dipisahkan. Ke-Islaman merupakan sebuah indentitas yang menjadi pilar serta sandaran perjuangan kader-kader HMI. Oleh karena itu, praktek Nilai-nilai Ke- Islam harus dipegang teguh oleh HMI demi cita-cita HMI dan Bangsa yang kita cintai ini. Ada pendapat dan kritikan yang berkembang sekarang ini terhadap HMI dikarenakan telah jauh dari nilai-nilai Ke-Islaman. Hal ini tidak perlu kita perdebatkan yang terpenting sekarang bagaimana kita selaku kader-kader HMI dapat mengembalikan Ruh Spiritualisme Ke-Islaman kedalam hati, pikiran dan jiwa kader HMI itu sendiri agar nilai-nilai Ke-islaman kembali mengkristal dan menjadi sandaran bagi perjuangan HMI selamanya. Untuk mengatasi hal yang demikian dengan salah satu caranya adalah dengan kembali kepada tradisi Islam profetik, yaitu tradisi Islam pada saat Kenabian dan pembawa wahyu Islam ada.[2]
Oleh karena itu, kita harus bisa mengembalikan nilai-nilai Ke-islaman kedalam jiwa setiap kader HMI itu. Kita harus merefleksi HMI 10 atau 20 Tahun yang lalu, betapa muliannya dan harumnya nama HMI dimana-mana orang menganggungkan serta keberadaannya sebagai Prioritas. Itu tidak terlepas dari gerakan-gerakan yang dilakukan semata-mata karena menjalankan Amanah yang mulia dengan disertai dengan nilai-nilai Ke-Islaman. Jika ajaran Islam benar-benar dapat kita Implementasikan maka dengan mudah kita dapat membangun Bangsa ini kearah yang lebih maju dan dapat merubah peradaban.
Langkah yang pertama untuk melakukan suatu peradaban adalah dengan adanya pemimpin yang bermoral serta berakhlaq mulia seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Untuk mewujudkan pemimpin yang berkarakter Rasulullah seharusnya HMI yang berperan aktif dalam mengimplementasikan ini. HMI selain berperan sebagai Organisasi perjuangan juga berfungsi sebagai Organisasi kader.[3] Oleh karena itu, HMI harus bisa mewujudkan peran dan fungsinya ditengah-tengah masyarakat agar dapat menciptakan Kepemimpinan yang bermartabat, berkedaulatan dan menjalankan ajaran-ajaran Islam demi terciptanya Bangsa yang berkeadlian Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

B.       Rumusan Masalah
Mengingat usia HMI yang sudah 63 tiga Tahun, bukanlah lembaga yang dikatakan masih muda dan baru berkembang. Namun dibalik usia yang tua itu HMI masih banyak tugas  permasalahan yang belum dituntaskan, terutama masalah Kepemimpinan yang belakangan ini menjadi sorotan banyak mata manusia. HMI yang dulu pernah dinobatkan sebagai anak kandung umat namun sekarang sudah berubah dan menjauh dari kebutuhan umat. Dimana HMI beserta kader-kadernya sekarang? Masih adakah HMI yang penuh kecintaan terhadap umat? Masyarakat sekarang sudah merasa jenuh dengan janji-janji, masyarakat banyak menimbulkan mosi tidak percaya kepada pemimpinnya. Ini yang sebenarnya perlu kita cermati agar masyarakat mendapatkan kembali kepercayaan dari para pemimpinnya. Inilah sebenarnya komitmen Ke-Indonesiaan dan Ke-Islaman. Sebagian besar Cabang HMI di Indonesia sudah terjadi dekadensi kader dan moral, apakah tugas kita selanjutnya untuk menjawab ini? Keder-kader HMI banyak yang kehilangan arah dan tujuannya berorganisasi. Utnuk memperoleh Bangsa yang bermartabat dan menjunjung tinggi keadilan social maka HMI perlu memformulasikan karakter kapemimpinan yang diharapkan oleh masyarakat banyak dan mensifati sifat Kepemimpinan Rasulullah.
  
C.      Tujuan Penulisan
Makalah ini ditulis bertujuan :
1.       Untuk memberikan gambaran Kepemimpinan yang Ideal
2.      Sebagai Motivasi dan penyegaran dalam kita menjalankan Organisasi
3.      Sebagai Kontribusi pemikiran
4.      Untuk mengembalikan Ruh Spritualisme kader dalam menjalankan roda Organisasi
5.      Menjadikan kader-kader HMI yang mempunyai Manajerial yang tinggi terhadap lembaga.










BAB II
PEMBAHASAN

A.      Keteladanan Dalam Kepemimpinan Rasulullah Saw
a.      Keteladanan Pemimpin.
 Memimpin (to leat) berdeda dangan mengomandokan (to command). Pemimpin (leader) berbeda dengan komondan. Pemimpin berusaha supaya orang yang dipimpinnya mau melakukan apa yang dianjurkannya dengan kesadaran. Apa yang ingin dicapai adalah keinginan dan cita-cita serta kepentingan bersama antara yang dipimpin dan yang memimpin.
Maka pemimpin  harus punya kemampuan untuk mengajak orang lain, maupun berbuat  secara iklas, tetapi harus dengan syarat melakukannya dengan semangat dan kesadaran sendiri. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus punya kemampuan dan militant yang luar  biasa. Pemimpin adalah orang yang memberi semangat, kesadaran, dan perjuangan kepada yang lain. Karena itu ia harus punya semangat, kesadaran.
            Selain itu pemimpin harus teguh pendirian, bermental baja, punya keyakinan yang kokoh dan tekad yang bulat. Melalui zikir, dan fikir, serta dengan tadabbur. Contoh tauladan, bahkan konsistensi pada ajaran yang disampaikan juga syarat penting jadi pemimpin.

b.     Keteladanan Rasulullah SAW.
Islam adalah agama yang sempurna  kesempurnaan agama Islam telah nyata setelah turun nya surat Almaidah ayat 3, yang berbunyi : “pada hari ini telah ku sempurnakan Agama mu bagi mu dan telah Ku cukupi nikmat-KU dan AKU Ridhai Islam itu Agama bagi mu ”
Kehidupan kita dipermukaan bumi ini kecendrungannya untuk hidup bersama dan berkelompok. Sebab manusia selalu membutuhkan satu sama lainnya, disinilah Embrio lahirnya organisasi dimana komunikasi sekelompok orang dengan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama pula.
Secara tioritis, dimana ada organisasi disitu ada Leadership (kepemimpinan) dan manajemen, karena korelasi antara unsur tersebut sangat menyatu dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.
Untuk menemukan pemimpin  yang cerdas dan bijak memerlukan waktu yang lama, terutama dalam membentuk kreakter dan etika seorang leader agar mampu menatap kedepan dan memiliki kesaiapan yang matang menghadapi kondisi globalisasi yang arusnya semakin deras, seorang leader dalam mengiplementasikan manajemen pada suatu organisasi tepat menggunakan “the righ man in the righ place“ artinya menempatkan seseorang menurut tempatnya ( keahliannya). Sesungguhnya terdapat dalam diri Rasul teladan yang baik bagi yang mengharapkan (ridha) Allah dan ganjaran di h ari kemudian." (QS. Al-Ahzab : 21).
Keteladanan Rasulullah dalam memimpin tak diragukan lagi. Tindak-tanduk dan sepak terjang beliau dalam memimpin merupakan cermin pribadi mulia. Sebagai sosok pemimpin, beliau selalu mengedepankan nilai akhlak. Tataran ini kerap menjadi panutan generasi dimasa beliau dan dimasa sesudahnya.
Tataran akhlak yang ditampilkan Rasulullah bukan saja menjadi perisai kepribadian, melainkan juga mampu meluluhkan kekerasan hati siapa pun yang memusuhinya. Itulah sebabnya, Rasulullah dapat dikategorikan sebagai manusia istimewa. Keistimewaaan ini merupakan muara penyebarluasan rahmat bagi alam semesta.
Keistimewaan lain yang dapat dipaparkan berkaitan dengan pola kepemimpinan Rasululluh antara lain :
Pertama, pemimpin yang zuhud.
Kedua, pemimpin yang amanah dan profesional. Rasulullah pernah bersabda bahwa pemimpin adalah pelayan umat.
Ketiga, Nabi SAW pemimpin yang dicintai Allah. Ada perbedaan yang signifikan antara sikap Allah terhadap kepemimpinan Nabi SAW dengan kepemimpinan Nabi-Nabi sebelumnya. Perbedaan sikap itu dapat kita temukan dari beberapa ayat Al-Qur'an. Salah satu contoh. Nabi Musa AS Bermohon kepada Allah menganugerahkan kepadanya kelapangan dada, serta memohon agar Allah memudahkan segala persoalannya. "Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku." (QS. Thaha : 25-26).
Sedangkan Nabi Muhamad SAW memperoleh anugerah kelapangan dada tanpa mengajukan permohonan. Perhatikan firman Allah dalam surat Alam Nasyrah, "Bukankah kami telah melapangkan dadamu?" (QS. Alam Nasyrah : 1).
Akhirnya, mencermati keistimewaan Rasulullah sebagai pemimpin, seharusnya kita dapat memetik hikmah dari beliau dan diterapkan dalam kehidupan keseharian sebagai Khalifah dimuka bumi ini.

B.       Dasar-Dasar Ajaran Islam Tentang Sistem Kepemimpinan
Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW, tidak hanya membawa Aqidah Keagamaannya atau ketentuan atau ketentuan Moral dan Etika yang menjadi dasar masyarakat semata-mata. Tetapi Islam juga mengajarkan untuk berperilaku baik terhadap segala aspek, baik aspek bersifat Individu, keluarga, maupun masyarakat dan bahkan yang lebih luas lagi.
Berpijak dari kenyataan ini, sebenarnya Islam mengajarkan syari’at yang menjadi tuntunan otomatis bagi kepentingan terwujudnya suatu umat dan Negara berdasarkan prinsip-prinsip Kepemimpinan yang memenuhi kebutuhan masyarakat.[4]
Imamah, khilafah dan kepemimpinan umat Islam adalah kata-kata sinonim yang mempunyai satu arti, seperti yang ditulis oleh ulama bahwa arti imamah adalah pemimpin dalam agama dan Bangsa bahkan dunia.

Mayoritas ulama mengatakan bahwa mengangkat pemimpin untuk mengurus umat itu wajib. Kewajiban ini bersandar atas beberapa alasan :
1. Consensus sahabat atas adanya figure seorang pemimpin.
2. Bahwa menegakkan hukuman dan benteng kekuasaan itu wajib, dan jika ada suatu perkara tidak akan sempurna kecuali dengan sesuatu tersebut maka sesuatu itu menjadi kewajiban.
3. Bahwa dalam kepemimpinan akan menarik kemanfaatan serta menolak kerusakan dan ini hukuman wajib berdasarkan dalil ijma’.
Menurut teori yang benar adalah pendapat ini dapat dikonkulasikan dan mungkin disepakati, karena tidak ada penghalang bahwa kepemimpinan itu merupakan tuntutan dan untuk ,menegakkan undang-undang serta melindungi individual.
Ibnu Khaldun berkomentar dalam kitab muqaddimah : sebagian manusia keliru yang mengatakan bahwa menegakkan pemimpin itu tidak wajib, baik menurut pendekatan akal maupun hukum. Salah satu diantara mereka adalah al-asam dari kalangan muktazillah dan kalangan khawarij dan lain-lain. Menurut mereka yang wajib hanyalah member informasi tentang hukum, dan bila umat sudah sadar atas keadilan dan pelaksanaan hukum Allah SWT maka tidak butuh figure pemimpin dan tidak wajib memilih pemimpin. Akan tetapi, pendapat ini masih ditantang dengan dasar ijma’. Faktor yang mendorong mereka dalam pendapat ini adalah terhindar dari kekuasaan dan mazhabnya.[5]

C.      Konsep Kepemimpinan Islam Dalam Perspektif Modern
Pemimpin dalam Islam memiliki kedudukan sebagai Sentral. Baik buruknya sebuah tatanan masyarakat, maju dan mundurnya sebuah Daulah, tegak dan runtuhnya sebuah Negara adalah disebabkan faktor Pemimpin. Sejarah mencatat, ketika Rasulullah Wafat, para sahabat membicarakan siapa yang akan menggantikan Rasulullah sebagai Pemimpin.
Oleh karena itu, Islam memberikan gambaran tentang prinsip Kepemimpinan dalam Islam di antaranya :
1.        Tiap-tiap di antara kamu adalah pemimpin dan tiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya. Dalam skala mikro, diri kita  terdapat anggota dan yang menjadi komando dari anggota tersebut adalah hati nurani.
2.        Rasulullah SAW Bersabda : Apa bila tiga orang di antara kamu keluar rumah, maka angkatlah salah seorang sebagai pemimpin.
3.        Jabatan bukanlah sebuah hadiah tetapi melainkan sebagai amanah. Jika jabatan dijadikan hadiah maka banyak para pemimin atau pemangku jabatan berbuat semena-mena. Seperti apa yang kita lihat para realita sekarang.
4.        Pada hakikatnya yang memberikan jabatan adalah allah SWT, jadi amanah yang telah dititipkan oleh Allah bukanlah sebuah permainan.
5.        Pemimpin yang adil. Islam memerintahkan agar seorang pemimpin harus mempunyai criteria adil, jujur, amanah, dan cerdas. Seorang pemimpin yang tidak memiliki criteria di atas adalah cerminan pemimpin yang zalim dan berkhianat.

Hadits Nabi Muhammad SAW, mengungkapakan ada dua kelompok manusia apa bila keduanya baik, maka baik pulalah manusianya, apa bila kedua buruk maka buruk manusianya (masyarakat), yaitu umara dan ulama. Dalam Hadist ini ulama diartikan  secara harfiah, maka ia mencakup ilmuwan dalam berbagai bidang, termasuk ilmuwan social dan humaniora. Ulama dalam pengertian pengembala umat, mareka  adalah pemimpin informal umat. Pemimpin formal mareka adalah penguasa (umara).


D.      Pengertian Kepemimpinan (Leadership) dan Manajemen
Kepemimpinan (Leadershif) dapat di definisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. (Stoner) sedangkan pada definisi lain Kepemimpinan adalah aktifitas untuk mempengaruhi orang-orang agar diarahkan mencapa i tujuan uang dimaksud. (George R. Terry).
Para ahli juga mengemukakan definisi tentang Management yaitu : is how to make done troukh people. Definisi ini memang singkat, tapi memiliki pengertia n yang cukup luas, how adalah suatu cara, metode, alat yang dicapai untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu. People adalah pelaksana suatu peke rjaan atau pelaksana. Dua hal tersebut how dan people  adalah kunci utama untuk mencapai suatu target. Mungkinkah roda pemerintahan atau sebuah lembaga tercapai hasil yang baik kalau tidak memiliki system management yang baik. Walaupun yang didalamnya orang-orang sarjana dari berbagai disiplin ilmu. Management adalah suatu cara menyelesaikan pekerjaan dengan mendayagunakan orang secara tepat dan benar. Kepemimpinan biasa digunakan secara umum sedangkan management lebih khusus pada lingkup yang lebih kecil seperti management organisasi, management perusahan dll.
Setiap kegiatan memerlukan penanganan yang baik agar dapat menghasilkan sesuatu yang baik pula tentunya. Management adalah sesuatu yang diinginkan. Management is to make works done through people. Yang menjadi kuncinya people. Karena adanya pemberdayaan manusia inilah maka diperlukan ilmu kepemimpinan. Pekerjaan. Diantara  cara yang dilakukan adalah dengan pengaturan tugas. Itulah yang disebut mengorganisir.
Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan sangat ditentukan oleh pemimpinnya. Selain Management ada hal yang tidak dapat kita pisahkan dari  Kepemimpinan itu sendiri adalah komunikasi. Karena komunikasi merupakan seni atau cara untuk menyampaikan suatu perintah agar orang memahami kita dan dapat menjalankan apa yang kita perintahkan. Komunikasi adalah keterampilan yang paling penting dalam hidup. Kita menghabisakan sebagian besar waktu hanya untuk berkomunikasi,” kata Stephen R. Covey. Dalam memecahkan masalah, kita cendrung untuk menyerbu masuk, untuk memperbaiki segala sesuatu dengan nasehat yang baik, tetapi sering sekali kita mengalami kegagalan, terutama kegagalan dalam meluangkan waktu untuk mendiagnosis masalah, untuk benar-benar terlebih dahulu mengerti secara mendalam tentang masalah kita biasanya berusaha untuk lebih dahulu dimengerti. Kebanyakan orang tidak mendengar dengan maksud untuk mengerti, tetapi mareka mendengar untuk menjawab. Mareka bersiap untuk bicara, menyaring segalanya melalui paradigma mareka sendiri.
Mendengar aktif adalah titik pusat komunikasi, salah satu penentu dalam keberhasilan seseorang pemimpin. Mendengar aktif adalah rahasia sukses kepemimpinan[6]
Dari beberapa definisi diatas dapat kita ambil kita ambil kesimpulan bahwa Kepemimpinan adalah suatu cara atau seni untuk mengatur orang dalam suatu tugas agar dapat mencapai tujuan yang dimaksud. Sebagai seni tentu ia melekat sebagai tipe pelaku kepemimpinan (pemimpin) itu sendiri.
Untuk dapat mengembangkan sebuah kepemimpinan maka harus mempunyai beberapa komponen dalam menjalankannya, yaitu :
1.      Planning, yaitu membuat perencanaan yang baik.
2.      Organizing, yaitu mengorganisasikan, mengelola, mengatur apa-apa yang telah yang direncanakan dengan baik.
3.      Actuating, yaitu melaksanakan rencana yang telah dibuat dengan baik.
4.      Controlling, yaitu melakukan pengontrolan, pengawasan, pemantauan untuk menyakinkan bahwa perencanaan yang telah dibuat dengan baik dan dikelola dengan baik dan rapi, semua berjalan dan dilaksanakan dengan baik.[7]

Oleh karena itu seorang pemimpin dalam memimpin harus memiliki ilmu pengetahuan dan Skill Manajerial yang mapan serta berpengalaman, mampu membaca stuasi dan kondisi lingkungan, perkembangan sosio-kultural, psiko-sosial dan tantangan zaman.
Seperti kita ketahui bersama, bahwa HMI harus mampu melaksanakan manajemennya sebagai mana tujuan HMI yang dirumuskan dalam pasal 4 AD ART HMI yaitu; “Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi Yang Bernafaskan Islam dan Bertanggung Jawab atas Terwujudnya Masyarakat Adil  Makmur yang Diridhai oleh Allah SWT” [8]
Dengan rumusan tersebut, maka dengan hakikatnya HMI bukanlah organisasi masa dalam pengertian fisik dan kualititatif,           sebaliknya HMI secara kulitatif lembaga pengabdian dan pengembangan ide, bakat dan potensi yang mendidik, memimpin dan membimbing kader-kadernya agar menjadi pemimpin yang punya tanggung jawab penuh terhadap bangsa dan Agama tentunya. Oleh karena itu, HMI harus mampu memformulasikan tipe Kepemimpinan yang pernah diajarkan dan dijalani oleh Rasulullah pada masa beliau memimpin. Kepemimpinan yang bermafrtabat adalah Kepemimpinan yang mengidolakan tipe Kepemimpinan Rasulullah sebagai Idola dan mensifati sifat Kepemimpinan Beliau.   

E.       HMI Membangun Kepemimpinan Islami
Belakangan ini banyak kritik yang  kontruktif dialamatkan  kepada syistem kepemimpinan HMI, ada yang berpendapat bahwa guna mendapatkan formulasi kepemimpinan yang tepat, HMI harus mampu mendeskripsikan lagi perjalanan organisasinya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif sumberdaya manusia (SDM) yang dimiliki sekaligus eksis ditengah-tengah gerakan social masyarakat sebagai Agent Of Change dan Social Control. 
Dalam konteks ini maka HMI harus kembali kepada tradisi Intelektualisme dan berperan lebih populis. Ada pula pandangan lain yang mengatakan bahwa dalam konteks kepemimpinan maka HMI perlu melakukan  revilitasasi,  yaitu menyakini dan menyadari sedalam-dalamnya bahwa keluarga besar HMI secara bersama-sama mengemban tugas luhur dan mulia  yang bercirikan nafas Islam, ke-Indonesian, dalam mengaktualisasikan eksitensi, visi dan misi. Ada juga gagasan pentingnya HMI melakukan reaktualisasi, yaitu menghidupkan ideal moral HMI dalam konteks kekinian. Disamping itu banyak pandangan lain yang menyoroti masalah HMI dan kepemimpinan didalamnya.[9]
Oleh karena itu, HMI mencoba membangun kepemimpinan yang Islami, dalam artian HMI harus mampu mengorganisir para jajarannya untuk menanamkan nilai-nilai Ke-Islaman dalam setiap kepemimpinannya. Dimuka telah banyak disinggung tentang kepemimpinan yang ditawarkan oleh Rasulullah agar kepemimpinan yang dipimpin lebih Ideal dan Kondusif.
Jika sebuah organisasi (HMI) ingin menghasilkan sebuah produk yang berkualitas, maka faktor Leadership (kepemimpinan) dan manajemen keislaman tidak boleh dipinggirkan. Data empiric telah membuktikan kegagalan suatu organisasi pemerintahan, organisasi social politik, organisasi kemasyarakatan dan oraganisasi kepemudaan pada dasarnya disebabkan pihak leader tidak dapat menlaksakan manajemen  secara professional dan proporsional sehingga perjalanan organisasi menjadi stagnat dan banyak mengalami masalah, tidak sedikit pula yang harus membubarkan diri.
Ajaran Islam juga mengandung ilmu kepemimpinan yang sangat mendasar. Sebagi manusia biasa, rasanya tidak mungkin  Rasulullah SAW akan punya mental kepemimpinan yang demikian teguh. Hanya satu yang membedakan beliau dengan pemimpin dunia yang lain, baik muslim maupun non muslim. Beliau punya daya kepemimpinan yamg datang dari Allah SWT, yang maaha segalanya dan  manusia senantiasa mengidolakan beliau sebagai pemimpin. Dunia dan para Ilmuan lainnya mengakui bahwa Rassulullah orang nomor satu berpengaruh di dunia. Beliau mengimplementasikan Kepemimpinannya berdasarkan kepada  iman, takwa dan ibadat, usaha dan doa.
Melihat berbagai macam model kepemimpinan masa kini, HMI juga mengambil peran dalam berupaya mewujudkan pemimpin yang berhati nurani dan tidak zalim terhadap rakyatnya. Dengan hanya menjalankan konsep kepemimpinan Rasulullah, berarti jelas HMI mampu untuk mengikuti jejak rasulnya dalam memimpin rakyat, Bangsa dan Negara. HMI sebagai wadah kaum-kaum Intelektual muda yang setiap hembusan nafasnya adalah memiliki nilai-nilai Ke-Islaman kenapa tidak mungkin untuk melakukan itu sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang memiliki peradaban dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang. Pada hakikatnya Rasululla SAW telah tiada namum ajaran dan suri tauladan yang beiau tinggalkan kepada kita dapat kita jadikan sebagai panutan dalam menjalankan kepemimpinan Organisasi yang kita cintai ini sesuai dengan nilai-nilai Ke-Islaman itu sendiri.
Setiap pemimpin dimuka bumi ini akan dimintai  pertanggung jawabannya dihadapan yang Tuhannya tentang tugas suci suci yang di embankannya[10].
Jamaluddin Rahmad menyinggung tentang amanah dan menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk paradoksal yang berjuang mengatasi konflik dua kekuatan yang saling bertentangan: kekuatan mengikuti fitrah, yaitu memikul amanah Allah SWT; dan kekuatan mengikuti predisposisi negatif, yaitu sifat keluh- kesah, cendrung bakhil dan zalim, dan hanya memikirkan kehidupan duniawi. Dengan demikian, makna kepemimpin manusia dibumi bahwa manusia adalah “Duta” Tuhan dibumi dan akan diminta pertanggung jawaban atas tugasnya sebagai “Duta” tersebut.. pada dasarnya, dokrin itu merupakan pemicu agar manusia banyak melakukan kebaikan dan sedikit kalau bisa tidak sama sekali melakukan kejahatan[11].
Oleh karena itu, HMI harus mampu bertindak seperti yang diinginkan oleh public yaitu HMI sebagai Organisasi ummat yang menciptakan kader intelektual muslem yang berlandaskan kepada ke-Imanan dan ajaran Islam. Upaya inilah yang harus kita lakukan dan ini tentunya juga harapan kita semua.
Kita salaku kader dari organisasi HMI yang telah dibina. Agar kita tetap menggapai kejayaan seperti masa lalu. Apa lagi dengan begitu besar harapan public kepada kita,  lebih jauh suatu ketika jika dibutuhkan pemimpin yang bijak HMI mampu manyediakan sosok pemimpin yang memenuhi kriteria ala Rasulullah.
Oleh karena itu, kader HMI harus mampu memanajerialkan lembaganya dengan baik agar tujuan yang dimaksud dapat tercapai dengan sempurna. Hal yang terpenting untuk diketahui adalah harus dapat meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Agar terwujud profesionalisme yang matang dalam pelaksanaan kepemimpinan.

BAB III
PENUTUP
a.        Kesimpulan
HMI merupakan sebuah Organisasi Mahasiswa tertua di Indonesia yang lahir pada 5 Febuari 1947 63 yaitu 2 tahun sesudah kemardekaan Negara kita ini dan masih Eksis sampai saat sekarang. Pada usianya sekarang yang mencapai lebih kurang 63 tahun, tentu di usia yang tua tentu banyak permasalahan-permasalahan dan pasang surutnya perjalanan Organisasi ini. Namun masalah yang paling urgen untuk diangkat adalah terjadinya kerisis pemimpin dan dekadensi Moral di tubuh HMI sendiri. Diantaranya kader-kader HMI tidak lagi mampu menalaah nilai-nilai ke-Islaman dalam arti kata kini kader-kader HMI telah jauh dari fungsi HMI sendiri. Untuk itu kita sebagai kader HMI harus mampu mengawasi dan mereformasikan kembali nilai-nilai ke-Islaman agar HMI mampu kembali kepada landasan yang berazaskan Islam. Untuk itu HMI harus mampu menglahirkan kader-kadernya yang berakhlak mulia dan mampu menjalankan roda kepemimpinannya  sebagaiman konsep kepemimpinan Rasulullah SAW.
Selain mampu mentransformasikan konsep kepemimpinan Rasulullah, kader HMI harus mampu menguasai Skill Manajerial (Manajemen). Karena dengan Manajerial yang bagus semua pekerjaan dan perencanaan yang sudah direncanakn dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan.
Seorang pemimpin harus mampu mengarahkankan  dan mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya. Agar kepemimpinannya berjalan sebagai mana mestinya.dalam sebuah kepemimpinan harus dibaringi dengan management kepemimpinan. Agar kepemimpinan itu mencapai target yang ditargetkannya. Selain dari pada itu seorang pemipmpin juga dituntutkan yang berakhlak mulia, mempunyai loyalitas yang tinggi, keyakinan yang kuat dan mempunyai tekad yang bulat. Seorang pemimpin juga harus mampu melihat kedepan dan kesiapan yang matang dalam menghadapi berbagai gejolak dalam perjalan kepemimpinannnya.

b.                  Kritik dan saran
Menangapi dari berbagai permasalah tadi tentunya banyak hal-hal yang keliru dengan isi makalah ini. Untuk itu saya selaku penulis mengharap banyak dari saudara/I agar kiranya sudi memberi sebuah keritikan yang bersifat membangun guna untuk memperbaiki penulisan saya dimas yang akan  datang.
Dalam kesempatan ini saya berharap kepada kawan, agar gambaran dari makalah ini menjadi sebagai renungan bagi kita untuk memperbaiki dan berupaya lebih  dalam membangin bangsa ini dengan sebagai mana harapan masyarakat pada umum nya. 






















DAFTAR PUSTAKA

Abdul Wahab Khalaf, Politik Hukum Islam, Yogyakarta ; Tiara Wacana, 1994,
Bustanuddin Agus, Islam dan Pembangunan, Jakarta ; PT Raja Grafindo Persada, 2007,
 Hakim.Atang Abd. Metedelogi study islam, Bandung ; PT.Remaja Rosdakarya .   2000
Hasil – Hasil Konggres XXVI di Palembang tanggal 28 juli s/d 5 Agustus 2008, Jakarta ; Penerbit PB HMI, 2008.
Kertasih Suherman, Manajemen Strategik Bagi Pengembangan Organisasi, 2006.
M.Suyanto, Smart in Leadership. Andi Yogya Karta.2005.
Solichin, Candradimuka mahasiswa, Jakarta ; Sinergi Persadatama Foundation, 2010.  
Yusuf Musa Nizam at hukfi al-halm. Ter. M. Thalib, Politik dan Negara dalam Islam, Yogyakarta : Pustaka LSI, 1981





[1] Hasil-hasil Kongres XXVI di Palembang tanggal 28 Juli s/d 5 Agustus 2008, (Jakarta ; Penerbit PB HMI) hal 28
[2] Prof. Dr. Bustanuddin Agus, M.A, Islam dan Pembangunan, Jakarta ; PT Raja Grafindo Persada, 2007, hal. 47-48. 
[3] Ibid hal28
[4] Yusuf Musa Nizam at hukfi al-halm. Ter. M. Thalib, Politik dan Negara dalam Islam, (Yogyakarta : Pustaka LSI, 1981), hal 24.
[5] Abdul Wahab Khalaf, Politik Hukum Islam, Yogyakarta ; Tiara Wacana, 1994, hal. 19-25.
[6] M.Suyanto SMART in LEADERSHIP..2005. hal 102
[7] Kertasih Suherman, Manajemen Strategik Bagi Pengembangan Organisasi,……………2006.
[8] Hasil –Hasil Konggres XXVI di Palembang tanggal 28 juli s/d 5 Agustus 2008, (Jakarta ; Penerbit PB HMI), 2008.
[9] Solichin, Candradimuka mahasiswa, Jakarta ; Sinergi Persadatama Foundation, 2010, hal. 53-147.   
[10] Nurcholis Majid,1992 hal.302
[11] Drs Atang Abd. Hakim M.A Metedelogi study islam..2000 hal 212

Mengganti Kacamata Melihat Aceh
Doktrin Aceh sebagai wilayah paling ujung Indonesia yang didogma sejak bangku SD/MI hingga perguruan tinggi harus diubah. Doktrin ini telah memposisikan Aceh sebagai wilayah tidak strategis secara nasional, walau sesungguhnya sangat strategis secara internasional. Pemerintah dan rakyat Aceh harus mengganti kacamata dalam melihat letak geografis Aceh, dari kacamata nasional ke kacamata internasional sebagaimana kerap ditunjukkan Gubernur Irwandi dan Wagub Muhammad Nazar yang sangat gigih berupaya menjalin kerjasama dengan negaranegara tetangga. Di tengah situasi kebijakan dan kampanye yang kurang menguntungkan serta adanya ego sektoral dalam pembangunan tetapi sejumlah maskapai penerbangan internasional seperti Air Asia dan Firefly masih dapat bertahan melayani dalam melayani penerbangan langsung antara Aceh–Malaysia, walau tanpabsubsidi pemerintah. Demikian juga halnya dengan Sabang telah beberapa kali dilalui kapal-kapal pesiar megah. Semua ini menunjukkan bahwa Aceh adalah daerah yang sangat strategis. Akan tetapi, peluang ini belum dimanfaatkan secaraoptimal dan dikemas secara menarik. Padahal, nun jauh di langit sana, setiap hari puluhan pesawat dari berbagai kawasan di dunia melintasi wilayah udara Aceh.
Demikianjuga Selat di perairan Malaka, kapalkapal besar harus antri berhari-hari untuk mengisi bahan bakar maupun bongkar-muat di Singapura, tetapi mereka enggan singgah di Aceh. Kiranya bandara SIM dan dermaga Sabang sangat layak dipersiapkan sebagai
pelabuhan internasional alternatif setelah Singapura. Membuka kembali akses Aceh dengan dunia luar sesuai amanah undang-undang No.11/2006 tentang Pemerintah Aceh sepertinya tidak dengan mudah dapat dilaksanakan. Kebijakan visa on arrival untuk bandara SIM yang sudah setahun diintruksikan Presiden SBY hingga saat ini belum berfungsi dengan berbagai alasan. Demikian juga museum tsunami, situs dan sejumlah monumen yang menjadi daya tarik (magnet) untuk orang berkunjung ke Aceh hingga kini belum bisa dibanggakan. Sepertinya butuh waktu lama 10-20 tahun lagi bagi Aceh untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan, terutama bila melihat gaya birokrasi yang berbelit-belit, berbiaya tinggi dan sikap aparatur yang tidak proaktif dan visioner dalam membuat kebijakan. Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Yusuf Kalla memahami betul memori sejarah dan budaya Aceh. Tokoh di balik terwujudnya perdamaian RI-GAM ini paham

betul letak geografis Aceh yang menguntungkan itu. Untuk itu, tatkala masih menjabat
sebagai Wapres, JK dalam lawatannya ke India secara khusus singgah (transit) di Banda Aceh. Ini adalah isyarat nyata dari sang wapres bahwa bandara SIM layak dijadikan sebagai bandara transit penghubung berbagai kawasan di dunia.Untuk bisa maju dan kembalinya ruh rakyat Aceh, maka kita harus terbuka dan membuka diri dengan dunia luar dengan tetap memegang nilai-nilai dan prinsip-prinsip hidup Islami. Pemerintah dan rakyat Aceh harus melihat Aceh secara utuh, tidak parsial dan ego sektoral seperti terjadi selama ini. Aceh tempo dulu maju dan punya pengaruh dalam tataran global, karena rakyat Aceh bersatu dan terbuka (kosmopolit). Bahkan beberapa tokoh yang memajukan Aceh tempo dulu bukan berasal dari etnis Aceh, seperti Syech Abdurrauf As-Singkili, Nuruddin Ar- Raniry hingga Sultan Iskandar Tsani. Mereka ini adalah guru besar yang bukan berasal dari etnis Aceh, namun hidup dan mengharumkan nama Aceh hingga seantero dunia. Dalam upaya mengembalikan kejayaan Aceh dalam tataran global, maka Aceh harus merumuskan visi untuk 20 tahun mendatang.

Pembangunan Aceh ke depan harus visioner dan harus benar-benar dirumuskan dengan baik, karena akan menentukan bagaimana arah Aceh ke depan. Kesemua itu harus menjadi komitmen dan dijadikan suatu kebijakan bersama. Langkah-langkah ke arah itu harus dirintis sejak sekarang, seperti dicontohkan oleh negara jiran Malaysia yang berhasil membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Insya Allah ke depan jika rakyat Aceh berhasil merumuskan visinya secara global dan berkesinambungan, maka cita-cita mewujudkan masyarakat Aceh yang adil, makmur dan bermartabat dapat terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. Amiin.


Kamis, 27 Februari 2014

Dalam Islam para wanita sangat dihormati dan dihargai sederajat dengan kaum laki laki  dalam berbagai aspek sosial kehidupannya,meskipun kelihatannya dikalangan umat Islam sendiri para wanita itu seakan akan menjadi makhluq yang selalu berada  dibawa dominasi kaum pria.Hal tersebut terjadi  karena Islam tidak lepas dari pengaruh unsur unsur budaya setempat yang  sebelumnya sudah  menganut  sistem kekerabatan patrilineal .Padahal dalam ajaran Islam sangat jelas dikatakan,bahwa “yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa”,dan dikuatkan   lagi oleh sabda Nabi Muhammad SAW ;”wanita  itu tiang negara,jika wanita itu baik,maka baik pula negara,dan jika wanita itu rusak ,maka rusak  pula negara “.Pada hadist yang  lainnya Nabi Muhammad  SAW  bersabda bahwa:”mencari  ilmu pengetahuan merupakan  kewajiban bagi muslimin( laki laki muslim)dan muslimat(wanita muslim)”.Oleh sebab itu  dalam Islam para wanita diposisikan sejajar dengan pria.
Selanjutnya  ,para wanita memiliki seperangkat hak dan kewajibannya yang berkaitan erat dengan peranan yang di embannya.Di dalam pelaksanaan ajaran agama sehari hari,Islam tidak membuat diskriminasi antara wanita dan pria.Keduanya  dipandang sama ,yakni sama sama makhluq Allah SWT .Sebagai salah satu contoh sebagai berikut:Siapa saja hamba Allah,baik pria maupun wanita ,jika ia beriman dan beramal saleh akan mendapatkan    pahala sesuai dengan iman dan amalnya.Sebaliknya,jika  kafir dan berbuat mungkar,ia pun akan mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatannya(Q,9:67-68  dan 71-72,Q,33:35-36,Q,57:11-12).Dalam penetapan hukuman duniawi juga tidak ada perbedaan antara wanita  dan pria,tetapi tetap  sama dalam pandangan hukum  karena hukum Islam tidak  pandang bulu(Q,5:38-39 dan Q,24:2).Dalam konteks tersebut  Nabi Muhammad SAW    bersabda:”Seandainya putriku Fathimah  mencuri niscaya akan aku potong tangannya”.
Sehubungan dengan itu  terdapat suatu peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW  sudah beberapa hari menderita  sakit ,yakni beberapa  hari sbelum beliau wafat tahun 632 Masehi  .Nabi Muhammad SAW  dengan ditemani para sahabatnya pergi  menemui kaum muslimin yang sudah lama menantinya.Dalam keadaan sakit beliau semakin parah tersebut ,Nabi Muhammad SAW  bersabda kepada kaum muslimin :”Siapa diantara kamu sekalian yang pernah saya sakiti “? Semua sahabat dan kaum muslimin yang sudah berkumpul didepan Rasulullah SAW  tidak ada yang  berkata sepatah katapun selain diam  dan diam saja.Rasulullah SAW  mengulang pertanyaan sampai tiga kali,”siapa diantara kalian yang pernah saya sakiti “? .Semuanya diam,bahkan kaum muslimin sangat prihatin saat melihat  Rasulullah SAW  dalam keadaan sakit.Akan tetapi tiba tiba diantara kerumunan kaum muslimin yang banyak diantaranya menangis tersebut terdengar suara bahwa:”Saya Ya Rasulullah yang pernah engkau sakiti ! ,sekarang saya hendak menuntut balas ,bagaimana pendapat mu” ?.Semua kaum muslimin waktu itu menoleh kearah suara tersebut,sembari menawarkan dirinya  untuk diqishash sebagai ganti Rasulullah SAW.Namun Rasul   Allah  yang terakhir itu  menolaknya,sambil bersabda:”Dengan apa saya sakiti engkau hai aqashah” ? ia menjawab , engau pukul aku dengan tongkat  ya Rasulullah .Lalu Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya Abubakar as Shiddiq  mengambil tongkat tersebut dirumah beliau.Maka dengan bergegas Abubakar  as Shiddiq yang sahabat sekaligus mertua Rasulullah SAW itu pergi menemui Siti Aisyah dan segera minta diberikan tongkat Rasulullah SAW,dan   segera dibawa ketempat dimana Rasulullah SAW bersama kaum muslimin menunggu dengan rasa cemas itu.Lalu  tongkat tersebut diserahkan oleh Abubakar  as Shiddiq kepada Rasulullah SAW.Kemudian Nabi Muhammad SAW   bersabda:”Apakah  benar dengan tongkat ini saya pukul engkau ?”.Aqasha menjawab:’Ya,ya Ra  sululallah “.Kemudian Nabi Muhammad SAW  melanjutkan sabdanya:”Silakan engkau  balas setimpal dengan apa  yang telah lakukan kepadamu”.Aqashah menajawab pula bahwa:”Ya Rasulallah ,ketika engkau pukul aku tidak  memakai baju”.Rasulullah SAW  membuka bajunya,namun sebelum beliau melakukannya Aqashah sudah memeluk Rasulullah SAW bersamaan menciumi tubuh Rasulullah SAW  yang sempat tersingkap tersebut.Maka tuntaslah balasan qishash yang diminta oleh salah seorang muslim terhadap Nabi Muhammad SAW,serta para sahabat dan kaum muslimin berebutan menyalami Aqashah tersebut menyusul dikhabarkan oleh Rasulullah SAW,bahwa  “Jika kamu semua ingin melihat penghuni syurga ,makalihatlah  Aqashah”.
Kemudian  dalam sejarah peradaban Islam banyak  didapati para wanita menduduki posisi posisi puncak dalam berbagai kesultanan kesultanan muslim waktu itu,terlepas  dari berbagai kelebihan dan kekurangannya .Bahkan  dalam proses suksesinya tidak jarang para wanita justeru melanggar aturan aturan Islam itu sendiri.Tetapi wajar saja sebagai manusia ,yang telah jauh dari pada ajaran ajaran agama yang dianutnya.Mereka memang bukan khalifah Rasyidin  yang sesungguhnya  menjadi sumber rujukan umat Islam,sesuai dengan  perintah Rasulullah   SAW:”Turutilah perintahku,dan perintah perintah para khalifah rasyidin yang diberikan petunjuk sesudahku”.   Tetapi  para Sultanah yang akan kita bicarakan ini bukanlah termasuk dalam khalifah Rasyidin,sehingga tidak mengherankan jika para wanita penguasa tersebut berhasil meraih tahta kerajaan setelah melalui suatu tipu muslihat ,bahkan terdapat pula ada yang tega membinasakan suaminya untuk merebut kekuasaan.Tulisan ini tidak bermaksud apapun,selain menulis berdasarkan fakta fakta sejarah yang ada.Dan tulisan ini perlu dilihat dari sisi sisi politik waktu itu,yang melahirkan para penguasa wanita(Ratu=Sultanah=Khatun)yang perkasa dalam sejarah dunia muslim mulai dari Daulah Fathimiyahdi Mesir,Yaman,Mongol  ,Maladewa,Aceh.
Para wanita wanita perkasa tersebut diataranya adalah Syajaratut Dhur yang menjadi penguasa kerajaan Mamalik di Mesir setelah suaminya ,Sultan Al Shalih Ayyub meninggal dunia .Ia merahasiakan kematian suaminya supaya moral pasukannya tetap tinggi dalam menghadapi pasukan salib pimpinan Raja Perancis,St .Louis yang sedang     mengepung  Mesir sejak tahun1259-1260 Masehi .Setelah proses suksesi berhasil dengan relatif baik melalui suatu kelicikan dan pembunuhan atas suami  yang keduanya  Sultan Izz  Al Din Aibak 12 April 1257 ,maka Sultanah  Syajaratu Dhur berhasil  mengalahkan pasukan salib  dan memenjarakan Raja Perancis tersebut.Namun kemudian ia bebaskan  St.Louis sehingga selamat kembali kenegerinya ,sedangkan Sultanah Syajaratut Dhur  mengalami nasib tragis  dibunuh juga di Burj al Ahmar (Benteng Merah)  pada tahun 1257  dan jenazahnya dilemparkan dari sebuah tebing.Demikianlah nasib yang dialami oleh Syajaratut Dhur ,seorang wanita yang berkuasa dengan  cara cara yang seharusnya tidak boleh dilaakuan oleh orang orang yang sudah mengaku beragama islam.Tapi itu jika seseorang sudah dirasuki oleh ambisi kekuasaan duniawi,maka segalanya dilakukan meskipun harus membunuh suaminya untuk merebut kekuasaan.Akhirnya ia sendiri juga mengalami nasib serupa  dibunih oleh para bawahannya.
Kemudian masih terdapat wanita wanita perasa lainnya  seperti Sultanah Radhiyah  putri Sultan Illtutmisy,salah  seorang penguasa Mongol di India.Radhyyah merebut kekuasaan melalui serangkaian siasat yang hanya bisa dilakukan oleh putri mongol tersebut,serta ia mengeksekusi mati Sultan Rukn Al Din  sebagai qishas terhadap pembunuhan saudara tirinya.Tetapi Radhyyah juga mengalami nasib tragis ,karena ia kalah dalam suatu pertempuran lalu ia mendatang seorang petani untuk minta bantuan makanan karena Radhyyah yang berpakaian seperti pria tersebut sudah kelaparan,tetapi kemudian ia tertidur dengan pulas karena kecapaian.Kesempatan tersebut digunakan oleh petani tersebut untuk membinasakannya,serta seluruh harta benda yang menghiasai tubuh Ratu Mongol tersebut dijarah oleh petani itu,yang selanjutnyaia tertanggkap dipasar saat menjual barang  barang berharga tersebut.
Dalam jajaran para penguasa Mongol  di Timur Tengah juga banyak terdapat wanita wanita perkasa yang menguasai posisi puncak dalam hirarchi politik  kerajaan Mongol waktu itu.Terutama para Khatun Khatun Mongol yang berkuasa di Iran,seperti Padisyah Khatun ,Absy Khatun,Dawlat Khatun,dan para penguasa di negeri Yaman  seperti  Ratu Asma,Arwah  yang lama berkuasa di Yaman.Di kepulauan Maladewa juga tidak bisa dianggap enteng terhadap para  wanita yang berkuasa di kepulauan di Samudera Hindia tersebut,seperti Sultanah  Khadijah,putri Sultan Shalah Al Din Shalih Albenjali.Setelah Sultanah Khadijah meninggal  setelah  memerintah selama 33 tahun  digantikan oleh Sultanah Myriam,lalu tahun 1383  dilanjutkan oleh putrinya Sultanah  Fathimah.Karena itu kaum muslimin di Maladewa sekitar 40 tahun justru diperintahi oleh para Sultanah tersebut.Selanjutnya  di daerah Aceh Darussalam juga pernah didominasi oleh para wanita sejak tahun 1641 sampai 1699 Masehi,jang secara berurutan sebagai berikut:Sultanah Tajul  Al Alam Safiyyatu Al Din  Syah (1641-1475),Sultanah Nur Al  Alam Naqiyyat Al Din Syah(1675-1678),Sultanah Inayat Syah Zakiyyat Al Din  Syah(1678-1688),dan Sultanah Keumalat Syah(1688-1699).Jadi daerah Aceh dikuasai oleh para wanita selama 58 tahun,padahal para wanita perkasa tersebut harus mengahadapi berbagai ancaman bangsa bangsa Eropa yang hendak menguasai kawasan tersebut.Bahkan mereka sering memimpin pasukan melawan invasi Portugis yang sudah menguasai Malaka  sejak tahun 1511 ,dan juga Belanda dan Inggris.Kcuali itu masih terdapat para  wanita Aceh lainnya yang meminpin pasukan melawan  Portugis ,Belanda.Terutama  Laksamana Keumala Hayati,Cut Nyak Dhien,Cut Nyak Meutia,Cut Meurah Biheu  dan lain sebagainya.Oleh sebab itu  dalam sejarah Islam sudah belasan abad yang lalu sudah terdapat banyak wanita yang sejajar dengan prianya dalam berbagai hal,karena memang sesungguhnya Islam tidak membedakan antara wanita dan pria .Dan jika di Indonesia masih terdapat  anggapan bahwa  para wanita lebih rendah dari pria,itu merupakan suatu hal yang wajar karena memang Indonesia ini bukanlah negara Islam sehingga undang undangnya bukan didasarkan atas ajaran Islam.Kalau  ajaran Islam  sesuai dengan  apa yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW  bisa dipastikan bahwa wanita itu sejajar dengan pria .

Selasa, 07 Januari 2014

NEGERI SERIBU CERITA

TIADA SIAPA YG BERANI MENENTANG KEZALIMAN SEHINGGA KEBENARAN HARUS MENCARI KEGELAPAN ,GEMERLAP CAHAYA LAMPU MENGHILANGKAN NUR IMAN ,KEZALIMAN MENGUASAI ALAM, KEKUATAN YG TERSEMBUNYI HANNYA MAMPU BERDENDANG SEPERTI DONGENG YG HILANG KEPERCAYAAN ,,,ITULAH NEGRI KU NEGRI SERIBU GELAR SEJUTA SEJARAH YG KINI HANNYA TINGGAL PUING2 KEHANCURAN YG TAK BERNILAI.........

RINTISAN HATI YANG TERLUKAI

BAIT TERAKHIR DARI AYAH MU


MEREKA TELAH MENGHUKUM KU KARNA MENUTUT KEADILAN UTK NEGRIE KU

MAAF KAN AYAH...KARNA SELAMA INI MEMBIARKAN ALAM MENDIDIK MU

JIKA SANG BURUNG TIDAK LAGI BERMAIN DI HALAMAN RUMAH

SIAP KAN SENJATA MU DAN PERGILAH MENCARINYA KEHUTAN BELAJARLAH PADANYA BAGAI MANA IA BERSEMBUNYI DARI MUSUH2 NYA...

JIKA ENGKAU INGIN BERJUANG

BERDIRILAH DI TEPI SUNGAI YG DERAS PERHATIKAN BAGAI MANA SE-EKOR IKAN MELAWAN ARUS YG DERAS MENYUSUP BERSEMBUNYI DAN BERLARI DI LERENG BATU2 YG BESAR DAN KOKOH...

JIKA ENGKAU INGIN SELAMAT

MEMOHON LAH KEPADANYA TADAH KAN KEPALA MU KE LANGIT DAN GENGAM ERAT TANAH INDATU MU IKRAR KAN LAH TA,AT SETIAMU KEPADA BANGSA DAN AGAMA MU...

JIKA ENGKAU TERLUKA

INGAT LAH TETESAN AIR MATA IBU MU LEBIH PEDIH PADA MASA ITU PENJAJAH TELAH MERAMPAS KEHORMATAN IBU MU SECARA PAKSA.

MUNGKIN SAAT ENGKAU MEMBACA SURAT INI AYAH TELAH PERGI
INILAH BAIT TERAKHIR DARI AYAH MU.....

kutipan dari kawan

FENOMENA HUJAN PELURU NEGRI KU


DI MANA AYAH KU IBU, MENGAPA AKU TIDAK MEMILIKI SEORANG AYAH SEPERTI MEREKA.
aku terus mencari meraba sesuatu yg akan menjadi peta tempat ayah ku berada.

SEPERTI APA RUPA AYAH KU IBU,....gumam ku....

sambil ku pandangi wajah ku di cermin kamar ku yg retak 14 bagi

AYAH MU ADA DI DUNIA LAIN SAYANG....

satu kata tetang ayah ku yg pernah terucap dari bibir ibu ku...

Dunia lain.alam lain,Amerika,austalia,denmark,swedia,Libya,semua telah kutelusuri di laman muka buku bloq-setan, hantu bunian dan sebagainya ..sia ku tak ku temui jejak ayah ku....

sebuah kotak usang yg kutemui di dlm Almari tuwa yg tersandar di dinding kamar ibu ku...
sebuah gambar dan secarik kertas sebentuk surat yg belum sempat ku baca...

SIAPA INI IBU..
apakah ia ayah ku di mana dia sekarang aku ingin memeluknya....

dimana ayah ku ibu tanya ku dengan nada yg keras....

Mereka telah menghukum ayah mu karna menuntut keadilan..Air mata ibu ku mengalir dengan deras...
peluru mereka telah menembus dada ayah mu...sampai hari ini pembunuh ayah mu belum di adili sayang....

aku menangis....Ayah aku merindui mu aku ingin memeluk dan mencium mu mengapa mereka menghukum mu ayah ...adakah ayah bersalah....ibu apa dosa ayah ku, sehingga peluru itu harus singgah di dadanya di tempat seharusnya ku baringkan kepala ku .......

ibu ku menggapai beberpa buah pena dan menggengam kannya di tangan ku....ini senjata mu sayang...

hukum mereka dengan pena mu...

kenali musuh2 ayah mu, musuh2 bangsa mu, musuh2 agama mu...goreskan tinta pena itu di wajah mereka agar hukum mengenali si pembunuh, pendusta, perampas,harta maruah dan hak-hak bangsa mu dan menabur kezaliman di bumi tempat engkau di lahirkan....

Pena ini kan ku tancapkan di dada mereka yg telah merenggeut nyawa dan kasihsayang seorang ayah utk anaknya....

berikan aku pedang ibu, akan ku penggal kepala mereka yg telah menabur hujan peluru utk bangsa ku

suatau hari nanti sayang...

akan ibu baca kan juga bait pesan terakhir dari ayah mu.....
ayah mu seorang penyayang....
yg sanggup mengorbankan apa saja demi engkau,agama,bangsa dan keturunan-keturunan mu....ibu yakin suatu hari nanti engkau akan jadi seperti ayah mu namun takkan mati sebelum tertunai janji mu utk membebaskan negri ini dari penguasa penguasa setan pencabul keadilan.....

bY... air mata syuhadaatjeh.....